Leave Your Message
Kategori Berita
Berita Unggulan

Apa itu Tenaga Termal?

26 November 2025

Energi termal adalah listrik yang dihasilkan dengan menggunakan panas. Sebagian besar waktu, panas ini digunakan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi, yang kemudian memutar turbin yang terhubung ke generator, menghasilkan listrik.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa tenaga termal mengubah energi termal (panas) menjadi energi listrik.

Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Termal? (Proses Dasar)

Proses yang dikenal sebagai siklus Rankine ini dapat dipecah menjadi empat langkah utama:

Pembangkitan Panas: Bahan bakar dibakar dalam boiler untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi. Bahan bakar umum meliputi:

Batu bara

Gas Alam

Minyak (Petroleum)

Biomassa (misalnya, kayu, limbah pertanian)

Fisi Nuklir (Atom uranium dipecah, melepaskan panas yang sangat besar alih-alih membakar bahan bakar)

Pembangkitan Uap: Panas ini digunakan untuk merebus air dalam ketel raksasa, menghasilkan uap bertekanan tinggi.

Rotasi Turbin: Uap bertekanan tinggi dipaksa melewati turbin—serangkaian bilah yang dipasang pada poros. Tekanan uap menyebabkan bilah dan poros berputar dengan kecepatan sangat tinggi.

Pembangkitan Listrik: Poros yang berputar terhubung ke generator. Di dalam generator, energi rotasi (energi mekanik) diubah menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik. Listrik ini kemudian dikirim ke jaringan listrik.

Setelah melewati turbin, uap didinginkan di kondensor (seringkali menggunakan air dingin dari sungai, laut, atau menara pendingin) untuk mengubahnya kembali menjadi air, sehingga siklus dapat dimulai lagi.

 

Sumber Energi Termal

Pembangkit listrik tenaga termal dikategorikan berdasarkan sumber panasnya:

Gambar 16.png

Keuntungan dan Kerugian

Gambar 17.png

Poin Penting

Pembangkit listrik tenaga termal merupakan tulang punggung pasokan listrik dunia, menghasilkan daya dengan menggunakan panas—terutama dari pembakaran bahan bakar fosil atau reaksi nuklir—untuk menggerakkan turbin. Meskipun merupakan metode yang andal dan terbukti, dampak lingkungannya, terutama dari bahan bakar fosil, adalah kelemahan terbesarnya, yang mendorong pergeseran global menuju sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air.